Warga Secanggang Gerah,Tim Inventarisasi Tanah HGU PTPN 2 Menyelonong

Secanggang-Intaninew.com :

MASYARAKAT Adat Rakyat Penunggu Kampung Secanggang Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara, merasa resah dan gerah, pasalnya dua unit mobil double cabin berwarna putih tiba-tiba muncul masuk menyelonong ke areal wilayah pemukiman dan pertanian Masyarakat Adat Rakyat Penunggu Kampung Secanggang. Selasa (30/3/2021) sekira jam 14.00 wib.

Awalnya Warga Rakyat Penunggu Kampung Secanggang yang saat itu sedang beristirahat berkumpul di Poskamling sehabis melakukan kegiatan gotong royong pembersihan jalan, tiba-tiba muncul dua unit mobil double cabin berwarna putih Bersama rombongan menyelonong masuk melintasi warga yang sedang berkumpul di Poskamling tersebut.

Dua unit mobil itu langsung menuju areal wilayah adat rakyat penunggu. Saat itu warga mengira dua unit mobil beserta rombongan tersebut adalah agen buah jeruk atau agen buah semangka.

Melihat mobil yang tidak pernah melintas di erea tersebut, spontan warga lainnya yang berkumpul menjadi bubar dan langsung menghalau dan mencegat mobil.

Insiden pengejaran dan pencegatan tersebut nyaris ricuh namum tak berapa lama kemudian sejumlah anggota polres langkat yang ikut rombongan dua unit mobil tersebut langsung menenangkan warga.

Ketua BPH AMAN Sumut Ansyurdin yang berada di tempat saat itu mengajak dialog serta mempertanyakan maksud dan tujuan kedatangan mereka, dan mereka mengaku dari tim inventarisasi dan identifikasi tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sumatera Utara yang dipimpin oleh Setda Provinsi Sumut.

dan diperintahkan untuk mengambil data yuridis dan data fisik tanah eks HGU di areal Penghargaan Masyarakat Adat (PMA) di Kecamatan Secanggang Langkat. Mendengar hal itu sejumlah warga rakyat penunggu saat itu bersorak sambil mengatakan,” bahwa disini tidak ada tanah penghargaan yang ada setau kami tanah ulayat yang sudah kami kelola secara turun temurun, jadi kami minta kepada tim segera Kembali dan jangan coba-coba mengusik ketenangan warga disini,” ujar warga.

Ansyurdin juga mempertanyakan kenapa bapak-bapak selaku tim datang menyelonong mengambil data di wilayah adat kami tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dan sebenarnya kata Ansyurdin kami tidak menolak tim untuk mengambil data di areal ini namun harus jelas alurnya kemana.

“Jangan sampai ada kelompok yang tidak menguasai fisik lapangan lantas mengaku-ngaku masyarakat adat untuk mengambil alih wilayah adat yang sudah berdarah-darah kami perjuangkan,” tegas Ansyurdin.

Sementara tim mengaku kedatangannya atas perintah Setda Provinsi Sumut dan sebelumnya tim juga sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Kecamatan dan Pemerintah Desa,” kata salah seorang tim kepada warga.

“Kami warga disini tidak pernah mendapatkan informasi maupun surat tersebut,” tegas Ansyurdin.

Menanggapi hal itu, secara terpisah Pengurus Wilayah Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (PW-BPRPI) Langkat S. Husni menyesalkan Tindakan tim Pemprovsu yang ingin mengambil data yuridis maupun fisik di areal wilayah adat rakyat penunggu tanpa ada koordinasi terlebih dahulu kepada pemangku adat setempat.

“Kita patut mempertanyakan apa maksud dan tujuan tim tersebut sebab semua tahu objek tanah yang ada di areal tersebut sudah turun temurun dikelola dan diusahai oleh Masyarakat Adat Rakyat Penunggu sebagai sumber kehidupan, kalau alasannya tanah tersebut sebagai objek Penghargaan Masyarakat Adat Langkat kita juga patut bertanya Masyarakat Adat Langkat yang mana dan harus jelas,”kata Husni.

Husni juga meminta semua pihak yang terlibat dalam hal ini dapat duduk Bersama untuk menyelesaikannya secara bijak tanpa ada yang merasa terusik apalagi dirugikan sebab seluruh tanah PNP, PTPN IX yang Sekaran menjadi PTPN 2 berasal dari tanah eks Konsensi antara Kolonial Belanda dengan Masyarakat Adat Pribumi.

Namun dimasa orde baru seluruh tanah Konsensi Belanda tersebut di nasionalisasikan atau diambil alih menjadi tanah negara. Jadi jangan sampai ada lagi politik adu domba seperti Belanda, pungkas Husni. Inc.Tim