Usut Pengerjaan Proyek Hotmix Terkelupas ‘Retak Seribu’

Batu Bara-Intainew.com :

BARU hitungan minggu, pengerjaan Proyek Hotmix di Cinta Damai sudah mengalami retak-retak disana-sini, diduga metrial hotmix yang dihampar tidak memenuhi standar. Elemen masyarakat minta diusut.

Proyek peningkatan ruas jalan di Cinta Damai (Desa Pematang Panjang) menuju Kubah Kelambu (Desa Sukaramai) Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara ini, dikerjakan oleh PT Karya Prima Kontrindo.

Dengan nomor kontrak 1606676/PKP PK/SP/DPUPR-BB, ditampung pada P-APBD Batu Bara bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan pagu anggaran pantastis sebesat Rp. 9.609.591.932,61.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BPI KPNPA Rl Kabupaten Batu Bara, Aminuddin Siregar, minta kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan PT. SMI untuk tidak merealisasikan pinjaman dana PEN senilai Rp 78,8 miliar, dan meminta pekerjaan proyek tersebut untuk diusut.

Pantauan awak media dari group Wappress, Rabu, (30/12/2020) terlihat keanehan pengerjaan hormix, tidak bersambung namun dari Cinta Damai Desa Pematang Panjang hanya sekitar 1 kilometer.

Kemudian melompat sejauh lebih kurang 3 kilometer dan dilanjutkan hingga Kubah Kelambu Desa Sukaramai.

Keanehan lain yang terlihat kasat mata adalah pengerjaan hotmix dilaksanakan di pangkal kemudian melompat ke ujung dengan meninggalkan lokasi pengerjaan di bagian tengah.

Diduga pelaksanaan pengerjaan hanya dipangkal dan diujung hanya untuk memperoleh progress pekerjaan saja.

Pada bagian tengah lokasi proyek terlihat truk masih menurunkan sertu untuk pembuatan base.

Pada ruas yang telah dihotmix pada banyak titik terlihat telah retak-retak bahkan terkelupas.

Kondisi tersebut diduga akibat base basah dan tidak dilapisi ter (aspal) cair sebagai pengikat agar hotmix menyatu dengan base.

Dugaan tersebut diperkuat pengakuan Nainggolan warga Cintai Damai yang ditemukan di lokasi.

“Hotmixnya dipasang saat dasarnya masih basah. diduamga pekerja juga tidak menyiram aspal perekat”, aku Nainggolan.

Selain itu, disebutkannya pengerjaan hotmix dilaksanakan pukul 02.00 Wib dan tidak terlihat asap mengepul dari hotmix yang dihampar ke badan jalan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BPI KPNPA Rl Kabupaten Batu Bara minta kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan PT. SMI untuk tidak merealisasikan pinjaman dana PEN senilai Rp 78,8 miliar yang diperuntukkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batu Bara.

Mengingat dari beberapa kegiatan sumber dana PEN di Kabupaten Batu Bara tidak sesuai harapan masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur (akses jalan).

Salah satu contoh pada pengerjaan peningkatan Ruas Jalan Cinta Damai menuju Kubah Kelambu Kecamatan Air Putih yang dikerjakan oleh PT. Karya Prima Kontrindo.

Diduga selain pematangan badan jalan yang tidak maksimal, penghamparan hotmix dilakukan pada saat base belum benar-benar kering atau padat, sehingga mempengaruhi suhu hotmix.

“Akibatnya hasil pengerjaan baru berusia satu minggu sudah mengalami retak retak, patah seribu dan terkelupas”,ujarnya. Inc.Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *