Tokoh Masyarakat Siantar, Menolak Kenaikkan NJOP “1000 %”

Foto : Muslimin Akbar, SHI, MH

Foto : Drs. Robin Samosir, MM

Siantar-Intainew.com :

KENAIKAN NJOP yang disebut sebut 1000 % menjadi sorotan tajam dari Tokoh Masyarakat dan pengamat kebijakan publik Kota Siantar.

Menurut Tokoh Masyarakat Kota Pemantangsiantar, Muslimin Akbar, SHI.MH, kenaikan NJOP 1000 % terkesan tidak terbuka bagi publik, dan tidak ada dasar dasar hukum yang kuat untuk menaikan NJOP, jestru menyalahi presedur hukum tentang kenaikan tarif tersebut.

Anehnya lanjut Muslimin, Pemko Siantar telah menerapkan ke masyarakat, sejak April 2021, tanpa sosialisasi,hanya merujuk perwa nomor 4 tahun 2021.

Contoh kata Muslimin, wajib pajak yang terdapat di jalan Merdeka, yang pada tahun sebelumnya, dengan luas bangunan, 432 m2 pertahun wajib pajak membayar sebesar 584.066 sebelum naik, setelah naik wajib pajak membayar 11.066.152.

Yang mana lanjutnya, kenaikan 1000 % MJOP tersebut sebelumnya dari 2.508.000 menjadi 23.295.000. untuk Tahun 2021.

Dengan pembayaran untuk tahun 2021, pembayar pajak mendapat situmulus pada tahun 2021 sebesar 99 % artinya 10.005.153. Jadi pembayar pajak membayarkan sebesar 1.060.998, sementara tahun sebelum wajib pajak hanya membayar sebesar 584.066

Situmulus tersebut tertuang dalam Perwa no 5 tahun 2021.” ini tidak untuk daerah tertentu, berlaku untuk semua wajib pajak di wilayah Kota Siantar, ” ujar Muslimin

Sementara Menurut Pengamat Kebijakan
Publik, Drs.Robin Samosir, MM kenaikan NJOP 1000 % adalah tidak masuk akal, karena ditengah masyarakat lagi kesulitan hidup ekonomi akibat Pandemi Covid 19, pemko tega teganya menaikkan NJOP yang dampaknya memberatkan dalam pembayaran pajak.

Lebih lanjut Alumni Sospol UGM Jokja ini, mengatakan, Seharusnya Pemko siantar mengurangi beban hidup masyarakat, dengan memberikan subsidi ditengah kesulitan hidup, paling tidak memberi subsidi pajak bumi dan bangunan saat ini.

“Bukan menambah derita warga, yang saat ini ekonomi masyarakat lagi morat marit dampak dari pandemi carona” ujar Robin.

Selanjut Robin juga menuding kebijakan Pemko Siantar dalam manaikan NOJP terlalu tergesa gesa dan tanpa sosialisasi kepada wajib pajak,pada pembayaran tahun ini ( 2021) banyak merasa terkejut,” ungkap Robin.

Oleh sebab itu Robin Samosir, meminta Pemkosiantar untuk mencabut dan membatalkan Perwa Nomor 4 tahun 2021 dan memberlakukan kembali NJOP tahun sebelumnya. Inc.R01