TNGL Terima Dua Satwa Langka, Trenggiling Telah Dilepas. Kedih Masih Dirawat

Langkat-Intainew.com :

SEKSI PENGELOLAAN Taman Nasional Gunung Leuser (SPTN) wilayah V Bukit Lawang menerima dua ekor satwa langka untuk dilestarikan kembali.

Kedua satwa dimaksud yakni seekor kedih /sejenis monyet yang dilindungi ditemukan warga didekat sungai Landak desa Sampe Raya kecamatan Bahorok pada Sabtu(31/7/2021).

Seekor Trenggiling (Manis Javanica) ditemukan warga di desa Namu Ukur Kecamatan Sei Bingei dan diserahkan ke pihak TNGL. Demikian informasi yang dihimpun awak media di TNGL Bukit Lawang.

Kedua satwa langsung dibawa relaean Sumeco mitra TNGL untuk dilakukan perawatan kesehatan hewan urai sumber.

Kordinator Sumeco, Bobi kepada wartawan menjelaskan saat tiba dipenangkaran Sumeco satwa trenggiling dalam keadaan stres.

Setelah beradaptasi dilokasi akhurnya trenggiling dilepas untuk dilestarikan ke alam bebas di Blok hutan SKBL TNGL.

Sementara satwa Kedih hingga saat ini masih berada di Sumeco untuk mendapat perawatan. Besok. Kamis (5/8) tim kesehatan hewan tiba di Bukit Lawang untuk memeriksa kondisi dan kesehatan satwa, beber Bobi.

“Setelah dinyatakan sehat maka satwa Kedih akan dilepas di kawasan hutan bebas, ” ujarnya.

Terpisah kepala seksi (kasi) SPTN wilayah V Bukit Lawang, Palber Turnip MH dikondurmasi Rabu (4/8) membenarkan hal itu.

Dijelaskannya satwa Trenggiling telah dilepas pada Minggu(1/8) yang lalu.

Sedangkan Kedih masih berada di pengkaran sementara relawan Sumeco untuk dirawat.

Disinggung tentang kondisi kesehatan satwa Kedih, dikatakannya terkesan masih sulit beradaptasi dan hewan itu cukup rentan dengan penyakit /virus sehingga petugas disana cukup strel merawat , ujarnya.

Menjawab wartawan tentang kedua satwa langka ditemukan dan diserahkan warga, pihaknya mengaku kesadaran warga terhadap hewan yang dilindungi.

Kearifan lokal masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan taman nasional telah tumbuh dan berkembang kata Turnip. Inc.Gin