Titi Payung Hamparan Perak, Perlu Perhatian Pemerintah

Hamparan Perak- Intainew.com :

JEMBATAN PENGHUBUNG Jalan lintas utama, Desa Klambir Kecamatan Hamparanperak Kabupaten Deliserdang, menuju Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, kondisinya sangat memprihatinkan, dikhawatirkan terancam ambruk.

Pantauan wartawan media online intainew.com dilokasi, Kamis 4 Agustus 2021 lalu. kondisi jembatan yang nyaris terancam ambruk tersebut. Terlihat di beberapa sisi tiang penyangga jembatan mengalami retak.

Masyarakat sekitar Titi Payung ketika ditemui wartawan mengatakan retaknya sudah tahunan, belum ada tanda tanda perbaikan dari instansi yang terkait.

“Kami mengambil inisiatif menutup sebahagian badan jalan dengan meletakkan meja, agar kendaraan angkutan barang yang melebihi tonase, tidak melintasi jembatan,” kata salah lseoran warga.

Melihat kondisi jembatan tersebut, Ketua HIPMI Kabupaten Deliserdang, OK Muhammad Hatta angkat bicara dan mengatakan kerusakan jembatan, di sebabkan bebasnya truk pengangkut barang yang melebihi tonase.

Padahal lanjut Muhammad Hatta, jembatan penghubung kabupaten dan kota itu, hanya mampu menampung daya beban minimal 7 hingga 10 ton.

Namun, sampai saat ini jembatan penghubung dilalui truck truck yang bermuatan melebihi tonase tanpa diawasi dengan ketat, ” ini yang memperparah kondisi jembatan, setidaknya pemerintah setempat melalui dinas perhubungan memberi rambu rambu,” ujar Muhammad.

Muhammad Hatta, meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Deliserdang, dan Provinsi Sumatera Utara, menyikapi kuluhan masyarakat pengguna jalan.

“Ke depan agar memperketat pengawasan terhadap truk pengangkut barang yang melintas yang muatan melebihi tonase,” ujar Muhammad.

Selanjutnya OK Muhammad Hatta, berharap kepada intansi terkait untuk secepatnya memperbaiki jembatan.

“Segera mungkin dilakukan perbaikan secara maksimal, serta ditingkatkan kualitas maupun klasifikasinya,” kata Muhammad.

Sementara OK Imam Hidayat dari Partai Persatuan Pembangunan, yang menjabat Anggota DPRD Deliserdang, mengatakan, seyogianya jembatan jalan lintas utama, yang lajim dengan sebutan Titi Payung itu, kondisinya memang sudah tua, menurutnya sangat wajar untuk dilakukan perbaikan.

“Untuk melakukan perbaikan jembatan tersebut secara total, ia berprediksi masih adanya keterbatasan anggaran, sehingga belum dapat dialokasikan,” ujarnya. Inc.Amiruhansyah