Tersangka Korupsi Dana Desa, Kades Bulunghit DPO

Labura-IntaiNew.com : Tindak menuhi panggilan Jaksa setelah ditetapkan menjadi tersangka, akhirnya Kejaksaan Negeri Rantauprapat, Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatra Utara, mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO), terhadap Sarpin (48) PNS/Kepala Desa Bulungihit, Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura).

Pemanggilan ulang pada Kamis (19/9/2020) kemarin, tidak juga di indahkan membuat tersangka korupsi Dana Desa sebesar Rp.960 Juta di Tahun 2016-2019, hal ini menjadi buron Kejari Rantauprapat yang resmi di keluarkan DPO pada Jumat (18/9/2020) kemarin.

Surat DPO diterbitkan setelah yang bersangkutan tiga kali tidak hadir dipanggil untuk menghadap penyidik Pidsus,” jelas Kajari Labuhanbatu melalui Kasi Pidsus, M Husairi. Selasa (22/9/2020).

Di konfirmasi sempat disebut tersangka mau datang ke Kejari Labuhanbatu yang akan diantar .Bendahara Desa ke Simpang Marbau, Namun, hingga malam tidak sampai juga di kejaksaan.

“Sudah diantar sampai ke simpang Merbau dan selanjutnya naik Bus ke Rantauprapat, tapi sampai malam tidak datang”sebut Husairi.

Dalam DPO, lanjut Husairi, tersangka adalah dengan ciri-ciri, berbadan gempal, tinggi 160 sentimeter, wajah lonjong dan kulit sawo matang.

“kami meminta masyarakat yang melihat Sarpan (Kades Bulunghit) agar dapat memberikan informasi ke Kantor kejaksaan Negeri Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu”pintanya

Dalam hal DPO, Kasi Intelijen, Syahron Hasibuan menyebut, masa kadaluarsa perkara pidana korupsi selama 18 tahun.

“Masa penuntutan, sesuai pasal 78 ayat 1 KUHP, kadaluarsa penuntutan pidana yang diancam pidana mati atau pidana seumur hidup sesudah 18 tahun. Pidana korupsi masuk dalam kategori itu,” jelas Husairi.

Dalam surat DPO juga diharapkan bantuan masyarakat untuk melaporkan tentang keberadaan tersangka ke Kejaksaan Negeri Labuhanbatu jalan SM Raja No.50 atau kontak (0624-21192).Inc.Mjs.