SP Pelapor Dugaan Penggelapan Disomasi Penasihat Hukum JAS

Foto Atas : Abdi MT Purba, SH

Siantar-Intainew.com :

DUGAAN PENIPUAN dan penggelapan yang dilaporkan salah seorang guru SMAN Siantar berinisial SP semakin melebar. Betapa tidak, terlapor (JAS) merasa dirugikan dan menilai SP mencemarkan nama baik dirinya.

Melalui Kuasa Hukumnya (Abdi Purba, SH) JAS mensomasi SP, diduga telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum dan pencemaran nama baik, terlebih klaennya seorang pejabat di dinas pendidikan sumut, yang menjabat Kacabdis Siantar-Simalungun.

Menurut Abdi Purba, somasi yang dilayangkan kepada SP, berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 08 Juli 2021, bertindak untuk dan atas nama Kliennya JAS yang beralamat di Huta Bayu, Kelurahan Huta Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun.

Dalam surat somasi yang bernomor,113/LBH/VII/2021( somasi I ), Abdi MT Purba, SH dan Rekan selaku kuasa Hukum JAS, mengatakan, dasar kami menyampaikan somasi kepada SP diduga telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum sesuai dengan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

Selain itu lanjut Abdi, SP diduga telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum sesuai dengan Pasal 310 & 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, bahwa atas perbuatan SP, Klien kami tersebut diatas merasa dirugikan.

Selain itu, Abdi juga mengatakan, somasi yang dilayangkan kepada SP diberi tenggang waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak dikirimkan nya Surat Somasi 15 Juli 2021.

“Kita beri tenggang waktu selama 7 hari sejak surat disampaikan, agar segera datang menyelesaikannya di kantor hukum kami yang beralamat di Jl. DR. Wahidin No. 7/9 Pematangsiantar,” kata Abdi, Selasa (27/07/2021) di ruang kantornya.

Dalam surat somasi tersebut, Abdi Purba selaku Kuasa Hukum JAS mengultimatum SP,” Apabila SP mengabaikan surat somasi yang disampaikannya dan tidak mempunyai itikad baik maka permasalahan ini akan dibawa ke jalur hukum.

“Kami akan tuntut saudara SP secara Perdata maupun Pidana, serta akan kami laporkan ke pihak yang berwajib,” tegas Abdi MT Purba, SH.

Ditempat terpisah, JAS ketika dikonfirmasi dan klarifikasi Intainew.com, terkait laporan SP tentang penggelapan dan penipuan, JAS menepis dan mengatakan tidak benar, ini pencemaran nama baik dan saya merasa dirugikan.

Selanjutnya JAS, menceritakan kronologis perkenalan dirinyanya dengan SP, lima bulan lalu tepatnya bulan Januari 2021, SP datang kerumahnya, dengan membawa ikan dan buah buahan, SP mengaku dirinya Guru di SMKN 3, dengan keluh kesah menyampaikan unek uneknya.

Baru diketahui dari Kepala Sekolah SMKN 3, SP sering tidak masuk mengajar, dengan rasa ke-keluargaan James selaku Kacabdis berkordinasi dengan Kepala Sekolah SMK 3, SP dibina dulu.

Dalam pembinaan itu, SP selama lima bulan tinggal di rumah saya,” ya bisa dikatakan tidur, makan dirumah saya, dan kalau saya ada tugas ke Medan SP saya bawa, dan ikut, karena dalam pembinaan saya” beber JAS kepada wartawan Intainew.com melalui telpon selulernya 0812-6224xxxx.

Selanjutnya JAS memaparkan kronologis dari awal dia mengenal SP melalui KC SMA, Aruan,” saya juga mendengar SP melaporkan saya ke Polres Simalungun, maka saya melalui Penasehat hukum saya mensomasi SP, atas laporannya saya menduga ada kualisi dengan para “mafia mafia”. jelasnya.

Menurut JAS, sebenar dia tidak kenal dengan SP, karena bawahannya, Aruan mengenalkan dengan dirinya, sejak kenal, SP sering datang kerumah, ” waktu itu saya baru kemalangan, dia membawa bawak durian, bawa ikan dan dia katanya orang Sibolga dan mengaku seorang guru di SMKN 3 Pematangsiantar” ungkap JAS.

” Saya kenal SP melalui KC SMA, si Aruan, dikenalkan kepada saya di kantor waktu saya baru bertugas, bahwa dia itu famili Aruan, dan Aruan bilang orangnya baik, tolong lah pak diajari dan dibina, jadi saya terima karena saya baru bertugas di Disdik ini, dan saya hargai pendapat anggota saya,” kata JAS.

Setelah SP saya terimah untuk dibina, saya cek dia (SP) kesekolahnya ternyata SP bermasalah dengan kepala sekolahnya di SMKN 3, sudah ada dua kali panggilan dari kepala sekolahnya bahwa SP tidak penah masuk mengajar, dan malas mengajar.

“Namun demi kian saya buatlah nota tugas bahwa dia dalam pembinaan dikantor, supaya mengkanter surat kepala sekolah, karena dia ada masalah di SMKN 3, dan saya bicara baik baik dengan Kepala sekolahnya, bahwa yang bersangkutan (SP) biar saya bina dulu,” kata JAS.

Berjalan kurang lebih lima bulan, sejak Januari dia tinggal dirumah saya, dia juga saya anggap saudara, tinggal dirumah saya, dia saya percaya, dia saya bawa rapat rapat ke Medan dia yang mengurus administrasi dan keuangan saya, kemudian kebetulan saya ada sedikit merehap rumah, dan kebetulan juga di rumah saya ada juga orang yang saya bina bermarga harahap, tinggal di rumah juga.

“Saya merehap rumah, karena waktu itu ada amanah dari mendiang anak saya, kalau ada bapak duit nanti buat dulu kolam dan taman,” kenang JAS mengulangi pesan alm anaknya.

Untuk merehap rumahnya. JAS mempercayakan kepada SP dan Harahap, segala keperluan penansial perehapan rumah, saya kirim uang secara kes maupun melalui rekening.
untuk disampaikan kepada harahap.

Selain itu, kemudian saya pinjam uang abg saya kurang lebih 40 juta, karena SP sudah jadi orang kepercayaan, saya suruh abg saya mentransfer kerekening SP, dialah yang bayar ke sana sini untuk keperluan perehapan rumah saya.

“Tiap kali uang yang saya kirim, kita punya bukti otentik, namanya orang yang sudah kita percaya, semua total masalah keuangan dia yang atur kan begitu,” ungkap JAS.

Selanjutnya setelah berjalan seperti itu, kurang kebih lima bulan dengan saya, saya sudah nelihat bahwa yang bersangkutan selalu membawa bawa nama cabang dinas dalam beberapa kegiatan secara pribadi dan ini saya anggap merugikan.

Ada kasus pertama, pengaduan dari seorang guru SMAN 2 Bandar bahwa dia sering membawa atas nama Pejabat Kacabdis mengiming imingi kepada guru.

“Nanti kamu saya pindahkan dari sana dan saya tanggungjawab ngomong sama Kacabdis, dan kebetulan sasaranya Kepala sekolah, jadi lama kelamaan kepala sekolah ini merasa jadi korban” papar JAS.

Adapun ‘korban’ mengatakan bahasanya sudah tidak benar ada mengajak kehotellah, itu dibuktikan yang bersangkutan melapor lansung ke saya, karena tiap malam digangguin ditelpon kelang satu jam dua jam di telpon SP terus, jadi dia melaporkan merasa terganggu dan merasa terhina dan mau memaksa maksa mau kerumah guru ini malam malam.

Guru ini merasa ketakutan diintimidasi, awalnya di layani dengan baik karena SP membawa nama cabang dinas, karena bicara SP mulai tidak beritika, Guru ini melapor kepada saya.

“Atas laporan guru tersebut, saya panggil SP, saya bilang jangan buat malu saya ada laporan kapada saya, guru itu merasa keberatan bahwa karena tiap malam kamu itu menggangunya, dia tunjukan bukti cupcer kepada saya, kamu menelpon satu jam dua jam tiap malam.

Ketika saya sampaikan perbuatannya terhadap guru tersebut, SP tidak mengakui bahkan melawan, dan balik menyerang dengan kata kata hujatan kepada oknum guru tersebut.

” Apa dia itu janda aja sombong,’ lalu saya nasehati SP, kamu gak boleh ngomong sombong, dimata Tuhan semua orang itu sama, intinya kamu berhentikan itu, orangnya keberatan, ketika saya nasehati mulai dia melawan.

Kemudian masuk lagi laporan dia ada bawak nama saya mengiming imingi kepada salah seorang guru SMAN 2 Pematangsiantar, satu marganya, dia tarik uang dari guru tersebut, berjumlah lima belas juta rupiah dan dia janjikan menjadi kepala sekolah.

Selain itu ada informasi saya terima lagi dari guru SMAN 1, malaporkan SP kepada saya, juga dia ada tarik 20 juta, karena sudah tidak bisa dibina dan memberi malu saya, saya berhentikanlah dia.

“Saya merasa tidak nyaman lagi, lansung saya kembalikan dia ke SMKN 3 saya kirim surat ke kepala sekolahnya yang bersangkutan tidak bisa lagi dibina, mula itu dia mulai konsfirasi bilang saya ada seseatu,” jelas JAS.

Lanjut JAS, diduga SP sakit hati lalu mengprintout semua bukti bukti pengiriman uang darinya, tetapi yang masuk ke rekening dia tidak di printout, lalu dia hitung hitung dibilang saya punya hutang.

“Sementara dia seorang guru logikanya dari mana ya, dia tidak jelas membuat catatan, saya jadi ketawa dia bilang seperti itu, mana jalan saya mempunyai utang sama kamu,”karena dari mulai lima bulan itu dia makannya, minumnya, tinggalnya saya tanggung semua, kadang dirumah saya, kadang saya rapat tiga hari di medan dia saya bawak, rapat keluar kota saya bawak, jadi patut dicurigai saya lihat dia ini ada dugaan mau peras dan mencemari nama baik saya, maka saya hubungi lawyer saya,” uangkap JAS.

Dari awalnya SP ini guru bermasalah, kemudian ada masuk laporan kekantor dari LSM, memberikan nilai palsu saya duga karena tidak pernah mengajar memberikan nilai, sudah saya layangkan juga ke SMKN 3 supaya diperiksa, saya lihat kronologis memang dia ini selalu bermasalah.

Di SMAN 5 Siantar, SP juga bermasalah dengan guru kepala sekolahnya,intinya dia malas bekerja, dan ini saya lihat konsfirasi mau memaras saya dan mencemarkan nama baik saya, makanya anggota saya ada tiga orang sebagai saksi sudah diperiksa dipolres bahwa itu tidak benar.

Sebelumnya ini juga saya sudah sampaikan kronologis ini kepada lawyer saya pak Abdi, untuk somasi kedua, saya berpikir ini masalah kebenaran pak, supaya tidak terbiasa dan tidak muncul korban korban yang lain seperti saya, ungkapnya

Dulu Pernah saya dengar disebut sebut dia pernah melakukan seperti ini kemantan sekda kota siantar, Donver Penggabean. Jadi memang ini kebenaran harus diungkap, supaya jangan muncul korban korban yang lain.

“Dari mana dia seorang guru membiaya saya selama lima bulan, dia saya percaya banyak saksi, sering empat orang yang ikut rapat ke medan sebagai saksi saya, saya akui memang dia mengurus semua mulai administrasi sampai keuangan, mudah mudahan kebenaran dapat terjawab, saya akan melakukan gugatan balik,” tegas JAS. Inc.Red-01