Singkong Paling Cocok Bagi Penderita Diabetes

foto/red-02

SINGKONG (ubi kayu) merupakan salahsatu sumber makanan kaya manfaat bagi orang yang mengkonsumsinya.
Bagi anda penderita diabetes atau gula darah mungkin ini bisa jadi makanan pendamping yang sehat.

Nah, Kali ini sumber Intainew.com berbagi tip bagi para penderita penyakit gula atau diabetes.

Samsul Ahmad, pria paruh baya ini sudah lama menderita penyakit gula (diabetes), berbagai usaha untuk penyembuhan penyakit yang diderita sudah dilakukan. Mulai cek gula darah secara rutin, istirahat cukup dan menjauhi makanan yang mengandung kadar gula tinggi.

Menurut pengalaman Samsul mengkonsumsi umbi umbian sangat cocok untuk menurunkan kadar gula dalam tubuh.Dari sekian jenis umbi umbian, Singkong (Ubi Kayu ) dan ubi jalar sangat cocok bagi para penderita diabetes.

“Itu rutin saya konsumsi, seperti ubi kayu, ubi rambat atau kentang dan keladi, alhamdulillah darah gula saya sudah stabil,” kata Samsul penderita diabetes tahunan ini.

Di katakannya, Singkong (ubi kayu) makanan yang berserat tinggi sehingga sangat baik bagi penderita diabetes, dan kaya energi.

Selama ini dirinya, ubi kayu menjadi makanan utama direbus, bakar atau sekali sekali kalau pingin pboleh di goreng,” untuk digoreng jangan keseringan, karena penderita diabetes dianjurkan batasi konsumsi minyak dan lemak”. Ujarnya.

Selain itu minum air putih banyak, hindari produk makanan instan, kaleng atau jajanan terutama pada malam hari dan istirahat yang cukup.

“Saya diketahui positif gula darah sekira tahun 2000-an, ketika itu dokter Julijamnasi praktek di Jl. Kapt. Jumhana Sukaramai Medan mendeteksi positif dengan angka 300-an,” kenang Samsul.

Penyakit diabetes yang di deritanya, memang termasuk sebagai penyakit keturunan, terkait kedua orangtua juga penderita dan kini sudah almarhum.

Mengetahui diabetes sebagai penyakit keturunan. Ada gen khusus yang bisa diturunkan dari orangtua ke generasi-generasi selanjutnya,”Saya langsung down dan justeru makin parah” Kata dokter jangan panik.

Sampai sekira tahun 2014 bolak balik masuk RS, bahkan sudah menjalar ke ambeyen, paru, mata maupun persendian.

“Selama itu, biaya perobatan jangan ditanya, bagi para penderita dah tau itu,” ujarnya.

Padahal lanjut Samsul, untuk mengendalikanya cukup sederhana, tapi mungkin berat bagi sebagian orang. Kata dokter terapkan pola ‘Jamu Jarak’ alias Jaga Mulut Jangan Rakus” Itu yg pernah saya dengar istilah Pak Gusnar Siregar (tomas di Jermal 7 Medan).

Selain jaga pola makan, berpikiran positif, rajin olah raga dan rutin periksa ke dokter.
Demikian tip dari sumber Intainew.com, yang sudah sembuh dari diabetes semoga berbagi pengalaman dapat bermanfaat, bagi pembaca Intainew.com. Wassalam.red-02.