Sampah Tidak Diangkut, Lalat dan Belatung Ganggu Pedagang Dwikora

Sampah pedagang Pasar Tradisional Dwikorabmenumpuk di persimpangan lampu merah Jalan Patuan Anggi.foto/RM

Siantar-Intainew.com : Pedagang pasar Tradisional Dwikora (Pasar Perluasan) Pematangsiantar merasa terganggu mencium bau tak sedap dari tumpukan sampah.

Selain bau busuk yang menyengat, lalat dan belatung juga menyerang pedagang,” ini sudah satu minggu gak diangkut petugas kebersihan,lalat dan belatung masuk ke tempat jualan kami” kata Prengki pedagang baju, Selasa (28/7/2020).

Keluhan Koto juag tak jauh beda, pedagang kaca mata ini, sudah selama satu minggu merasa mual mencium bau yang menyebar dari tumpukan sampah, begitu juga belatung, berharap pemerintah kota siantar melalui dinas terkait membuat TPSS.

“Kalau tempat sampahnya bagus bau sampah gak separah ini, satu minggu ini aku mual, bisa mengundang penyakit, lagi pula sampah bulu ayam potong di buang juga kedepan, ini yang bau busuk semakin menyengat” kata Koto.

Lain lagi dengan keluhan Br. Naibaho, pedagang kelontong, yang mana jarak tempat pembuangan sampah dengan kedai kelontongnya hanya berjarak beberapa langkah, bau busuk sudah menjadi sarapan pagi, bahkan Belatung merayap ketempat jualannya.

“Sampah ini sudah berulangkali disorot, tapi tidak ada kesadaran pemerintah kota, ini kan covid harus bersih- bersih, tapi nyatanya lingkungan dibiarkan jorok,” ujar br.Naibaho.

Pedagang meminta Pemerintah Kota Siantar melalui instansi terkait untuk mengakut sampah, karena merasa sangat terganggu dengan bau tak sedap dari tumpukan sampah di depan tempat jualannya,” kami bayar retribusi sampah, tolong diperhatikan kesehatan kami “kata Sinaga Pedagang Pasar Tradisional Dwikora Parluasan.

Sementara Kadis Lingkungan Hidup Kota Siantar, Dedy Tunasto Setiawan ketika di hubungi melalui WatsApp belum ada jawaban terkait sampah yang belum diangkut Armada BLH.Inc-01.