Proyek Rabat Beton Desa Kanopan Ulu, Dinilai Tidak Sesuai RAB

Labura-Inatainew.com :

PEKERJAAN rabat beton sumber Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 sepanjang 290 meter dengan Pagu Rp.253.000.000,- yang terletak di Dusun 3 Desa Kanopan Ulu, Kecamatan, Kualuhhulu, Labuhanbatu Utara (Labura) di Pertanyakan.

Pasalnya, proyek tersebut dinilai tidak sesuai dengan ketentuan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah ditentukan oleh konsultan rancangan pembangunan jalan rabat beton tersebut.

Hal itu, dipaparkan salah seorang warga Dusun 3 kampung Banyuwangi Desa Kanopan Ulu, yang tidak ingin dituliskan namanya kepada wartawan intainew.com Sabtu (5/2/2021) dikediamannya kemarin.

Pihaknya mengakui, bahwa proyek pembuatan jalan rabat beton itu banyak terdapat kejanggalan, seperti Besi beton tikar yang terpasang tidak sesuai besaran incinya, sebab yang digunakan besi beton berukuran 8 inc dan 10.inc. Yang seharusnya harus menggunakan besi standart ukuran 12 inc. ujarnya.

Bukan hanya itu menurut sumber, Besi tikar yang dipasang dalam jalan rabat beton tersebut, tidak semua menggunakan besi tikar. Melainkan menggunakan besi yang dirakit secara manual.

Lain lagi lanjut sumber, pemasangan besi rakitan yang terpasang untuk tulang coran dalam rabat beton tersebut, pemasangannya dikelang kelang, jarak 5 meter.

Sementara jalan itu nantinya akan dilalui mobil berat truck coldiesel, tidak tertutup kemungkinan akan cepat mengalami kerusakan,” dengan tidak meratanya besi beton yang terpasang jalan pastu cepat rusak, ” imbuhnya.

Hasil investigasi Tim Intainew.com di lokasi proyek, ketebalan jalan rabat beton yang terpasang tidak merata dan berpariasi ukuran ketebalan yang terpasang 12 cm sampai 18 meter.

Sementara, menurut ukuran sesuai dengan Plank proyek tersebut dengan Volume panjang 290 meter Lebar 3,5. meter dengan ketebalan 20 cm.

Kepala Desa Perk, Kanopan Ulu Sangadi dikonfirmasi wartawan intainrw.com dikediamannya Jumat 4/2/2021 terkait dengan tidak meratanya pemasangan besi beton dalam pekerjaan rabat beton tersebut, mengatan,”terserah sama abanglah kalau mengenai iitu ucapnya sambil tersipu menjawab wartawan.”

Ketika disinggung mengapa tidak menggunakan molen saat mengaduk cor semen rabat beton, Kades memilih diam.

Yang paling ironis, saat ditanya boleh kami meminta Fotocopy RAB proyek tersebut Kades malah berkata tidak bersahabat.

“Apa mau Abang penjarakan saya rupanya ucap kades menjawab wartawan.” sambil beranjak dengan alasan saya mau antar istri saya dulu ke Londut, beranjak meninggalkan wartawan. Inc. Mjs