Pengangguran Melonjak, WN China Justeru Bebas Berdatangan

Para pemuda China yang baru turun dari pesawat di Jakarta. (Foto/Ist)

Jakarta-Intainew.com :

PEKAN lalu sekelompok warga negara China datang ke Indonesia dengan melenggang bebas.

Sementara kondisi dalam negeri tengah sibuk melakukan pengetatan terkait wabah Covid yang kembali merebak, dengan dilakukannya pelarangan bepergian bahkan meniadakan mudik.

Kedatangan para pemuda China tersebut membuat kekisruhan banyak kalangan terutama para netizen dan viral dengan berbagai komentar. Pasalanya warga Indonesia sendiri dilarang untuk bepergian alias Lokc Down, justeru warga negara lain berdatangan dengan santai. Apalagi mereka yang datang merupakan dari negara pencetus dan penyebar virus yang ditakuti itu.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR menyoroti kedatangan rombongan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bahkan, disebutkan dua dari 85 orang WNA China yang masuk dinyatakan positif COVID-19.

Anggota DPR Hidayatullah mengkritisi hal tersebut. Menurutnya, pemerintah bagaikan tak peduli dengan krisis COVID-19 yang terjadi dengan meloloskan 85 orang TKA itu masuk ke Indonesia.

Apalagi saat ini menurutnya banyak pekerja di Indonesia menjadi pengangguran, mengapa pekerja asing didatangkan.

Terlebih lagi, larangan mudik diberlakukan untuk warga lokal berpergian, namun kedatangan orang dari luar negeri diperbolehkan.

“Pemerintah tidak memiliki sense of crisis, saat angka pengangguran meningkat dan larangan berpergian mudik diberlakukan secara total tapi kenapa rombongan TKA dengan mudahnya masuk wilayah Indonesia,” kata Hidayatullah, dalam keterangannya, Minggu (09/05/2021), sesuai yang diberitakan Detik.com.

Hidayatullah menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait jumlah pengangguran yang meningkat tajam selama setahun sebanyak 1,82 juta orang. Pada bulan Februari 2021 tercatat sebanyak 8,75 juta orang. Sementara pada Februari 2020 hanya 6,93 juta orang.

“Lonjakan tajam peningkatan angka pengangguran ini nyata, pemerintah harus memberi solusi, jangan sampai terkesan hanya tenaga kerja asing saja yang difasilitasi dan dipermudah,” ujar Hidayatullah.

Dia juga mengingatkan bahwa tingkat pengangguran penduduk usia muda Indonesia masih tertinggi di Asia Tenggara.

Menurut rilis BPS Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) penduduk usia 15-24 tahun merupakan kelompok pengangguran tertinggi, hampir mencapai 19% per Februari 2021.

“Negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam itu angka pengangguran usia mudanya di bawah 15 persen, ini PR besar buat pemerintah,” kata Hidayatullah.

Indonesia akan kehilangan momentum keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) jika angka TPT muda terus meningkat dan pasar tenaga kerjanya didominasi asing.

Pekerja Proyek

Soal kedatangan puluhan warga negara (WN) China baru-baru ini, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Jhoni Ginting memastikan kedatangan para WNA bukan wisatawan, melainkan untuk tujuan esensial seperti bekerja di proyek strategis nasional (PSN) dan objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut.

“Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan untuk tujuan wisata,” ujar Jhoni dalam keterangan tertulis, Jumat (7/5).

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo menjelaskan alasan PSN memerlukan tenaga kerja asing (TKA).

Menurutnya kebutuhan WN China pada sebuah PSN menjadi kewenangan masing-masing investor yang terlibat di proyek tersebut.

Nantinya, para WN China tadi, kata Wahyu, ditempatkan di beberapa PSN yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Inc-R.02