Patahana Diduga Takut Kalah Sekeluarga Daftar Pilkades Warga Desa Demo

 

 

Labura-Intainew.com :

RATUSAN WARGA DESA SIMANGALAM Kecamatan Kualuh Kabupaten Lauhanbatu Utara Demo, dengan membawa sepanduk bertulisankan ” Nasib Desa ini Tidak Ditentukan satu Rumpun Keluarga”.

Warga yang demo juga membawa karanda ( peti mati ) sebagai teatrikal matinya demokrasi di Desa Simangalam Kecamatan Kualuh Labura, Senin (18/04/2021).

Jika jabatan dan kekuasaan ditempatkan dihati sulit untuk dilepas, Keinginan kembali menduduki jabatan dilakukan dengan berbagai cara, ini lah yang dilakukan Kepala Desa Simangalam (Patahana-red) Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara.

Patahana mendaftar bukan hanya pribadi untuk merebut kembali Kursi Kepala Desa Simangalam. Disebut sebut karena takut bersaing dengan calon yang lain, Kepala Desa Patahana mendaftar satu sekeluarga.

Tidak tanggung-tanggung Patahana mendaftarkan satu keluarga, mulai dari istri, adek kandung (perempuan), adek ipar dan adek kandung (laki laki), yakni Arsinius Marpaung selaku kepala desa Petahana, adiknya Janlas Marpaung dan Tinar Lasmawati Marpaung, istrinya Rusna Buaton, serta adik iparnya Yus Apriani Situmorang.

Melihat yang ketidak wajaran ini, Ratusan warga Desa Simangalam Demo, dengan membawa keranda, spanduk dan poster-poster yang bertuliskan kekecewaan terhadap panitia penyelenggara pemilihan Kepala Desa.

Masyarakat Desa Simangalam yang demo yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, remaja, pemuda- pemudi dan mahasiswa datangi kantor Desa Simangalam, mempertanyakan kepada panitia penyelenggara terkait penerimaan pendaftaran calon Kepala Desa yang di duga sarat akan kepentingan.

Warga yang merasa kecewa menuntut kepada panitia agar meninjau ulang perihal penerimaan calon kepala desa, pasalnya dari tujuh calon kepala desa, lima calon merupakan keluarga dari Kepala Desa petahana.

Saat ditemui awak media, Suwarto (54) warga Dusun Sidorejo Desa Simangalam
yang merupakan koordinator lapangan menyampaikan, Demo Ini adalah aksi moral masyarakat dikarenakan munculnya satu keluarga mencalon kepala Desa di Desa Simangalam.

“Besar dugaan kami ini adalah untuk melengserkan salah satu calon yang terencana dan akurat, karena awalnya masyarakat tidak mengetahui adanya peraturan baru dalam pencalonan Kepala Desa yang muncul tiba-tiba dan tidak ada pemberitahuan sebelum nya,”ucapnya.

Suwarto juga menambahkan,” Kami selaku masyarakat Desa Simangalan sangat kecewa, karena calon yang punya potensi dan didukung masyarakat tidak punya kesempatan gara-gara kejadian seperti ini, yang nyata-nyata kita lihat disini ada unsur monopoli, karena satu keluarga mencalon,”tambahnya.

Dalam hal ini Suwarto juga mengatakan permasalahan ini tidak akan sampai di Panitia saja, kami akan membawa berkas tembusan dukungan ini hingga sampai kepada PMD dan DPRD Labuhanbatu Utara,”jelas Suwarto.

Demi menghindari bentrokan panitia penerimaan calon kepala Desa Simangalam Ketua Panitia Simon Manik di dampingi Sekretaris Lasma br Dolok Saribu dan anggota Rizal Lubis, Rahmad Hidayat, Evi Musfika Marpaung, Ristoni Wanri Manik, Suhunan Simangungsong menemui para demonstran.

Selanjutnya melalui ketua panitia, Simon Manik,” Kami berjanji akan menyampaikan tuntutan ini secepatnya kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara, untuk ditindak lanjuti. Inc.Mjs