Menghina Wartawan, Keluarga Kadus Cabul Dilaporkan Kepolisi

Labura-Intainew.com :

TAK TERIMA DIRINYA DIHINA, Muhammad Yusup Harahap seorang Jurnalis Media Online dan Media Cetak Bidik Indonesia melaporkan Heni Wati Sagala keluarga Kadus IX Silandorung ke Polres Labuhan Batu, Jumat (28/1/2022).

Ketua PWI Labuhanbatu Utara, Sahri Ilham Siahaan

Laporan tersebut tertuang dalam (No : STTLP/150/I/2022/SPKT RES-LB)

Terlihat di Mapolres Labuhanbatu Yusup didampingi rekan-rekannya sesama jurnalis, Markus parulian Aruan dari Media Detik Kasus, Daud Rinaldy Rangkuti dari Media Cakrawala Nusantara News, CNTV serta Media Cakrawala Nusantara Online.

Menurut keterangan Yusup, penghinaan yang dialaminya terjadi pada Senin, 24 Januari 2022 , yang di lakukan Heni Wati Sagala yang merupakan keluarga oknum kepala dusun IX Silandorung Desa Samporik Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatra Utara.

Yusup mengatakan kronologi penghinaan yang dialaminya beserta beberapa insan Pers ketika sedang melakukan peliputan aksi demo warga Dusun IX Silandorung terkait dugaan asusila yang di lakukan Muhammad Riski Matondang di kantor Desa Siamporik.

“Disana terlapor menghardik saya dan teman-teman dengan ucapan yang tidak pantas dan menyakitkan hati bang,” kata Yusup.

“Disini lagi penuh wartawan ketimbang apa, jadi jangan suka-suka ini negara hukum, mau anggar-anggar apa deking, ta1k kamu semua pelajari hukum, pelajari undang-undang suka-suka kamu aja berbuat. Bukannya tahu hukum bukannya tahu pasal,”ucap Yusup menirukan umpatan dan cacian yang diterimanya.

Tak hanya itu, Yusup mengatakan terlapor juga mengatakan ” mau muntah aku nengok kamu semua, mau muntah. Jijik aku nengok kamu semua tau jijik. Kalau berani kamu ayok apa mau kamu semua,” ucap Yusup kembali menirukan bahasa terlapor.

“Bukan manusia kau tau kau Yusup binatang kau jijik kali aku sama wartawan. Semua kamu sok-sok tak kenal sama aku, kayak penjilat kamu semua B4NGS4T.” kata Yusup menceritakan penghinaan yang diterimanya.

Sahri Ilham Siahaan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Labura mengutuk keras segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya dalam meliput kegiatan jurnalistik.

“Dalam menjalankan tugasnya wartawan dilindungi Undang-Undang no 40 tahun 1999 tentang Pers,”kata Sahri.

Ia juga berharap kepada Kapolres Labuhanbatu untuk segera memproses laporan saudara Yusup, agar tak ada lagi kasus penghinaan yang menimpa rekan-rekan wartawan yang lain. Inc.Mjs