Melirik Kerja Pembersih Pelepah Kelapa Sawit

Langkat-Intainew.com :

TIDAK CUKUP MENGANDALKAN tenaga kuat, namun butuh kiat/tekhnik kerja sehingga mendapat hasil kerja maksimal. Pembersih/pembuang pelepah kelapa sawit memiliki trik tersendiri dalam bekerja.

Seperti yang dilakoni dan diuraikan Roma (39 thn) warga dusun Kampung Baru Desa Sukarakyat Kecamatan Bahorok.

Selain butuh tenaga keselarasan ayunan/hentakan galah terbuat dari fiber menjadi perpaduan yang tak terpisahkan ujar Roma Kamis(23/9) saat ditemui. ditempat kerjanya dusun Tanjung Naman desa Lau Damak.

Alat yang digunakan pisau egrek mesti tajam sehingga sekali hentak/tarik pelepah terlepas.

Disaat demikian pekerja perlu waspada karena bisa saja pelepah mengarah jatuh ke pekerja yang bisa mengakibatkan cukup patal bebernya.

Disinggung tentang jasa/upah yang diterima, Roma mengaku betvariasi kisaran Rp 2,500- Rp Rp 5.000 / pohon.

Pohon masih kecil dan pendek berbeda upahnya dengan pohon besar /tinggi. Idealnya setidaknya pelepah dibersihkan/,buang setiap delapan bulan sekali.

Namun ada juga majikan yang bernego dengan pemanen sehingga setiap jadwal panen pelepah dibuang sehingga tidak ada membuang pelepah secara khusus.

Menjawab wartawan dikatakannya rata -rata mampu membersihkan pelepah kisaran 50-120 pohon setiap hari kerja.

Kondisi demikian tergantung kebersihan lahan dan tinggi rendahnya pohon. Tetapi jika tanaman kelapa jarang dipupuk dengan Urea maka pelepah akan mengeras dan sulit lepas saat dihentak /tarik menjadi kendala tersendiri bagi pekerja.

Diakhir perbincangan, Roma bilang meski terasa cukup letih karena butuh tenaga ekstra dan trik keahlian namun masih bersyukur karena masih dipercaya pemilik kelapa sawit bekerja sehingga mampu menghidupi keluarga, tandasnya tersenyum. Inc.Gin