Limbah TPL Dituding Cemari Air Sungai di Sipahutar

Kondisi hulu Sungai Aek Nalas sebagai sumber air bersih masyarakat Sipahutar Tapanuli Utara. (Foto diambil dari Antara)

Toba-Intainew.com: Perusahaan raksasa produsen bubur kertas (pulp) dan kertas di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara PT Toba Pulp Lestari (TPL) dituding telah mengakibatkan pencemaran air sungai yang selama ini menjadi suber air minum masyarakat di wilayah itu.

Berkaitan dengan kondisi tesebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara disebutkan mendesak pihak perusahaan segera melakukan berbagai hal sekaitan dugaan pencemaran air di wilayah konsesi TPL sektor Habinsaran, tepatnya di Sungai Aek Nalas di Desa Sabungan Ni Huta IV, Kecamatan Sipahutar, Taput.

Dilansir dari Antarasumut disebutkan, desakan untuk TPL itu merupakan tiga dari lima keputusan hasil rapat tertutup yang dipimpin Asisten Ekonomi Pembangunan Osmar Silalahi dan dihadiri Kepala Bagian Perekonomian Fajar Maningsing Gultom, Dinas Lingkungan Hidup, serta Direktur PDAM Mual Natio Lamtagon Manalu di Kantor PDAM Mual Natio belum lama ini.

Disebutkan, ada beberapa poin yang dihasuilkan dari rapat tersebut, diantaranya Pemkab Taput minta penanaman bibit eukaliptus oleh TPL dilakukan sejauh jarak minimal 50 meter dari pinggir sungai, anak sungai, atau jalur mata air, kata Direktur PDAM Mual Natio, Lamtagon Manalu yang dihubungi Senin (09/11/2020).

Poin kedua mendesak pihak TPL untuk membuat bedengan atau parit pada batas penanaman untuk menampung rembesan cairan kimia pemupukan bibit eukaliptus.

Sementara, dalam poin ketiga, pihak TPL juga harus menyampaikan jadwal pemupukan eukaliptus untuk keperluan monitoring dan pengawasan dampak aktivitas pada kualitas air.

Ancam Ribuan Jiwa

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Lamtagon Manalu mengungkapkan, dugaan pencemaran sumber air bersih melalui aliran Sungai Aek Nalas di Desa Sabungan Ni Huta IV, Kecamatan Sipahutar, mengancam kesehatan sedikitnya 30 ribu jiwa penduduk Tapanuli Utara.

Jumlah tersebut didasarkan pada jumlah pelanggan di wilayah Sipahutar sebanyak 1.158 pelanggan beserta keluarganya, serta pelanggan di wilayah Siborongborong dan sekitarnya yang nantinya akan mendapatkan pendistribusian air bersih dari sumber air dimaksud.

Berdasarkan informasi dihimpun menyebutkan, kondisi air Sungai Aek Nalas yang tercemar oleh aktivitas penanaman eukaliptus milik TPL di wilayah konsesi sektor Habinsaran, telah disimpulkan berdasarkan uji sampel air yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Dalam dua kali uji yang dilakukan belum lama ini, kualitas air disimpulkan tak lagi higienis.

Corporate Communication Manager TPL Norma Hutajulu yang dihubungi terpisah menyoal dugaan pencemaran sumber air bersih bagi masyarakat Sipahutar dan sekitarnya, yakni Sungai Aek Nalas di Desa Sabungan Ni Huta IV, Kecamatan Sipahutar Taput mengatakan, pihaknya akan melalukan cek internal. Demikian Antarasumut. Inc-02.(ant).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *