Lampu Mati Dadakan “Penyakit” PLN Kambuh, Pelanggan Dirugikan

foto/ist.int.

Stabat-IntaiNew.com : PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang berkantor di Jalan Proklamasi Stabat Langkat Sumatera Utara, di dalam bulan ini berulangkali melakukan pemadaman lampu secara mendadak, tanpa menyampaikan pemberitahuan kepada pelanggan.

Hal itu dikatakan Harun (52), ketika mengawali percakapannya dengan Intainews.com, di tempatnya usaha di Desa Kuala Begumit Kecamatan Stabat di jalan lintas provinsi antar Stabat – Kota Binjai, menjelang akhir pekan (25/9/2020).

Menurut Harun, pemadaman arus listrik dengan durasi yang berbeda beda, minimal 120 hingga 180 menit bahkan mencapai waktu seharian,” pemadaman dadakan mengecewakan kami pengusaha dan sangat merugikan konsumen,” kata Harun dengan nada kesal.

Sembari Harun mengungkapkan salah satu peristiwa pemadaman lampu yang belum lama terjadi Selasa pagi pekan lalu (22/9/2020) sekira pukul 09.00 WIB.

Karena merasa kecewa, Harun mempertanyakan pemadaman kepada pihak PT PLN, namun jawaban yang didapat pihak PLN berupaya membela diri dan berkata secara gamblang, “mungkin sudah diumumkan melalui radio”, ujar Harun menirukan jawaban petugas yang demikian singkat.

Menjawab pertanyaan Intainew.com, akibat pemadaman listrik tersebut Harun pelaku usaha furniture merugi, hingga ratusan ribu rupiah. Alasan Harun, 90 hingga 100 persen usaha yang dikelolanya itu sejak awal menggunakan energi perlistrikan bersumber dari PT PLN setempat.

“Saya dirugikan usaha selama pemadaman, sejak semula usaha saya mengunakan energi listrik, pemotong dan pembelah kayu jenis gergaji. Termasuk mesin untuk menjahit kain sofa,” tandas Harun dengan nada kesal.

Terkait peristiwa pemadaman lampu secara mendadakb bisa tersebut, kata Harun ia mencoba menghubungi Manager Humas PT PLN Wilayah I Sumatera Utara Jimmy Aritonang, via WhatsApp. Sayangnya komunikasi via WhatsApp tersebut tetap tidak terhubung, ungkapnya sembari mengakhiri wawancara.Inc.Tim.