Kematian Janda Beranak Satu Penuh Misteri

Labura-Intainew.com :

KEMATIAN JANDA BERANAK SATU, Iin Indah Sari (21) yang ditemukan gantung diri (6/12/2021) di Dusun Vll Simpang Tugu Desa Londut masih penuh misteri. Pihak keluarga menduga keras kematian Indah penuh kejanggalan.

Betapa tidak, ibu muda ini disebut-sebut tidak seperti korban gantung diri, melihat posisi korban yang tergantung, orang tua korban menduga anaknya korban pembunuhan.

“Orang tua korban saat diwawancari wartawan ditempat kediamannya”

Pasalnya, kata orang tua korban tali yang menjerat leher korban tidak rata, kemudian jenazah korban juga tidak dengan lidah menjulur dan kaki bertekuk.

Lebihlanjut Buhami (54) ayah korban dikediamannya menjelaskan, kepada wartawan Jumat 10/12/2021 sekira pukul 15.30 wib pada hari “H” kematiannya, indah masih berkomunikasi dengan kami menanyakan kondisi anaknya, sekira pukul 20.00 wib kami mendapat kabar bahwa indah telah meninggal dunia.

“Sontak seluruh keluarga kaget. Setelah sampai di lokasi kami melihat kondisi almarhum penuh kejanggalan, saya sebagai orang tua meminta pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas atas kematian anak kami,” harap Buhami.(Orangtua kandung-red)

“Abang korban saat dipemakaman alm. Iin Indahsari”

Bukan sampai disitu, menurut ayah korban (Buhami-red) dia belum pernah menikahkan anaknya Iin Indahsari dengan yang bernama Gobang.

“Mereka pernah datang kerumah saya bersama indah (alm) bebarapa bulan yang lalu untuk meminta menikah,” ujar Ayah korban kepada wartawan.

Namun, lanjut Buhami ( ayah Korban ), kerena si Gobang masih mempunyai istri yang sedang merantau di Malaysia, meminta uang 3 juta guna untuk meminta persetujuan menikah dengan anak saya, permintaan istrinya tidak dapat terpenuhi oleh Gobang,” katanya.

Bahkan mereka telah berjanji akan melangsungkan pernikahan yang telah ditentukan dirumah ini, dan persiapan masak memasak pun sudah disiapkan tersedia, namun mereka berdua tak kunjung datang, Sejak itulah mereka tidak pernah lagi ada kabar sampai ajal menjemput maut anak saya Indrasari (alm), kata Buhami.

Misteri kematian Iin Indahsari semakin diperkuat dengan keterangan bilal mayit yang mejelaskan, saat memandikan di bangian paha kiri almarhum ada bekas biru dan sewaktu dikafani dari kuping keluar darah, terang Sarwiti Bilal mayit.

Abang kandung yang paling sulung korban Sulemi (28) merasa keberatan atas kematian adiknya. Bukan pihak keluarga aja yang merasakan kejanggalan tersebut, masyarakat Desa Situnjak Dusun 3 Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan juga melihat kondisi korban penuh kejanggalan.

“Saat ini masyarakat bermusyawarah terkait biaya autopsi Almarhum indah agar di usut tuntas,” pinta Sulemi. Inc.Mjs