Hikabara DPW Malaysia Membantu Proses Rekalibrasi PMI Asal Batubara

Foto : * Ketua Hikabara DPW Malaysia, Fahmi Efendi  (Baju hijau kanan) saat mengantar dan memantau pemulangan sebagian PMI asal Batubara yg mengikuti program rekalibrasi*

Malaysia-Intainew.com :

HIKABARA DPW MALAYSIA, terus bergerak dalam membantu kepulangan PMI Indonesia yang bekerja di Negara Jiran.

Senin 29 Maret 2021, sebanyak 23 Tenaga Kerja Indonesia telah di pulangkan, salah satu dari tenaga kerja dipulangkan mendapat kecelakaan kerja di perusahaan tempatnya bekerja mengalami patah kaki, warga Titi Merah Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara.

“Pada tgl 29 maret 2021 saya turun lansung melihat dan memantau pemulangan sebagian PMI asal batubara yg mengikuti program rekalibrasi,” ujar Fahmi Efendi.

Ketua DPW HIKABARA di Malaysia, Fahmi Efendi ketika di hubungi intainew.com, Selasa,( 30/03/2021) mengatakan, sejak awal Januari hingga hari ini HIKABARA DPW Malaysia sudah membantu ratusan PMI yg ilegal atau tinggal lebih masa di Malaysia untuk pulang ke kampung halaman.

Sejalan dengan program tersebut DPW Hikabara di Malaysia, di bawah Aomi (aliansi organisasi masyarakat Indonesia) dan berkerjasama dengan KBRI (kedutaan besar republik Indonesia) membantu proses Rekalibrasi PMI asal Kabupaten Batubara

Sebanyak 23 Tenaga kerja asal Batubara yang di pulangkan melalui program Rekalibrasi, di terbangkan pesawat Air Asia dari Bandaraya KLIA2 ke Bandara Kualanamu, dengan jadwal penerbangan jam 4.40 sore waktu Malaysia dan tiba dengan selamat jam 4.40 sore di KNIA waktu Indonesia.

*Para tenaga kerja yang telah mendarat di Bandara KNIA, disambut langsung oleh Ketua Umum HIKABARA, H. Elfi Haris, SH M.Hum.*

Program rekalibrasi pulang Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) dimulai 16 Nopember 2020 tahun lalu dan berakhir 30 Juni 2021, secara bertahap sudah ratusan PMI asal Batu Bara dan Daerah Indonesia lainnya, telah di pulang memalui program Rekalibrasi.

“Berhubung masa covid, Proses rekalibrasi ini agak rumit sikit, semua urusan harus melalui online dan mengikuti prokes covid,” ungkap Fahmi.

Fahmi Efendi juga mengakatan, bagi PMI mau pulang memalalui emegresen dengan cara membayar denda rm 500 ringgit yang telah di tetapkan pemerintah Malaysia bagi PMI yg tinggal lebih masa maupun yg tidak mempunyai dokumen lengkap.

Cara mengurus mau pulang jika tidak punya dokemen diri harus buat SPLP ( Surat Perjalanan Laksana Pasport) di KBRI dan setiap yg berurusan harus mendaptar secara online untuk mendapatkan nomor antrian.

“Karna penjarakan sosial yg di tetapkan maka jumlah kehadiran juga di hadkan (dibatasi-red), misalnya KBRI bisa menguruskan jumlah 1000 orang perhari. Di masa pendemi ini hanya 400 orang saja yg di uruskan perhari,” ujar Fahmi Efendi.

Untuk pembayaran denda di jabatan Imigresen Malaysia juga mengikuti proses .harus melalui daptar online dan pembayaran tidak melalui tunai/kontan tapi harus pakai kartu bank atau Mastercard bank.

Oleh Karna itu lanjut Fahmi, sering terdapat kekeliruan pada TKI yg ingin pulang, banyak TKI tidak mengerti cara online dan cara pembayaran. Karna kebanyakan TKi tidak punya kartu Bank atau kartu kridit.

“Untuk mempermudah Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) yang pulang, maka KBRI bekerjasama denagn setiap ormas dan boleh membantu TKI untuk menguruskan proses program rekalibrasi,” terang Fahmi Efendi Ketua HIKABARA DPW Malaysia.

Fahmi juga mengatakan, Ormas yang di perbantukan untuk mempermudah dan melancarkan pengurusan, jika diurus sendiri cukup memakan waktu karna harus buat temu janji dulu secara online, kadang kita daptar tanggal 1 januari, bisa dapat jadwal temu janjinya bulan April.

“Oleh Karna itu KBRI melantik ormas agar membantu proses tersebut,” sebut Fahmi.

Fahmi juga menghimbau Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) yang ingin pulang ke Lampung Halaman secepatnya mendaftar, karena Program Rekalibrasi berakhir 31 Juni 2021.

“Jika progran ini telah berakhir, Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) / TKI Ilegal harus bayar kompaun/denda rm 3000 Sekitar 10 jutaan, program rekalibrasi ini hanya rm 500 sekitar 1.700.000,” ujarnya. Inc.Fe