Dugaan Korupsi Kades Bangun Rejo, Pengembalian Uang Tidak Terlepas Dari Jeratan Hukum

Labura-Intainew.com : Pemerintahan Desa Bangun Rejo, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara.(Labura) khabarnya telah mengembalikan Dana Desanya ke Kas Desa Bangun Rejo.

Hal, itu diketahui dari Kanit Tipikor Polres Labuhanbatu Ipda Sofyan Tampubolon melalui Bripka Ramadhan Hilal saat di konfirmasi intainew.com, melalui HP seluler nya belum lama ini.

“Iya, Kepala Desa telah mengembalikan Dana Desa senilai Rp 268.000.000,-ke Kas Desanya. Dianggarkan ke tahun berikutnya dan menjadi silpa di 2020”, ujar Bripka Ramadhan Hilal menjawab wartawan intainew.com.

Ia menyebutkan, tujuan utama Unit Tipikor Polres Labuhanbatu untuk menyelamatkan uang Negara. Kalau memenjarakan tersangka belum tentu uang negara bisa diselamatkan.

“Tujuan Tipikor menyelamatkan uang Negara. Tapi, kalau sudah tidak terselamatkan, baru kita proses sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di Negara kita pak”, kata juru periksa (juper) Tipikor Polres Labuhanbatu tersebut.

Dikatakannya, peran rekan-rekan wartawan juga sangat besar dalam hal pengembalian Uang Negara tersebut.

“Selamat, bapak turut serta menyelamatkan uang negara’, ucap Bripka Ramadhan Hilal mengakhiri pembicaraannya kepada intainew.com.

Atas jawaban Juper Tipikor Polres Labuhanbatu, saat di konfirmasi Intainew.com, mengatakan, tujuan tipikor menyelamatkan uang Negara, kalau tidak terselamatkan, baru diproses sesuai hukum berlaku, praktisi hukum Labuhanbatu Imansyahri, SH angkat bicara.

Imansyahri, SH, mengatakan, Konspirasi Hukum yg mereka lakukan jelas ada, karena dari awal proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan petunjuk (bukti fisik).

Selain itu, lanjut Imansyahri, SH, dengan pengembalian uang dengan Tenggat Ganti Rugi (TGR) oleh Kades Bangun Rejo MK, ini lebih menguatkan lagi,” pengembalian uang ke kas desa itu pengkuan secara tidak langsung oleh MK,” ujar Imansyahri.

Ditambahkannya, laporan masyarakat, bukti fisik pekerjaan proyek dilapangan tidak memenuhi standart dan pemberitaan di Media online sudah cukup bukti awal.

“Seandainya masyarakat tidak melaporkan dan Media tidak mempublikasikannya, uang ratusan juta yang di kembalikan ke kas desa itu diposkannya kemana ? uang dikembalikan oleh MK karena adanya laporan masyarakat,” kata Imansyahri.

Imansyahri menjelaskan, didalam Hukum acara pidana mengembalikan barang bukti tidak serta merta, kasus hukumnya tetap berjalan,sebagaimana diatur UU nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Bab II, Pasal 4 dijelaskan, Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3,” terang Imansyahri, Senin ( 2/11/2020).

Sekedar untuk mengingatkan, Kepala Desa Bangun Rejo MK Pasaribu masih diberikan tempo untuk Tenggang Ganti Rugi (TGR ) pengembalian Dana selama 60 hari, atas dugaan Korupsi Dana Desa anggaran 2019.

Dugaan korupsi itu, salah satunya pada proyek pengerasan jalan sepanjang 1 Km, di dusun Aek Sordang, Desa Bangun Rejo.

Dari pantauan wartawan dilokasi, pengerasan jalan yang berbatasan dengan persulukan di Dusun tersebut, tidak ada terlihat aktivitas pekerjaannya. Inc.MJs.