Buyung Sitorus Terjerat Kasus Mafia Anggaran

(Foto-ist)

Intainew.com: Dituding sebagai mafia anggaran, Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Kharuddin Syah (Buyung) Sitorus, ditahan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam paparan pihak KPK disebutkan, Buyung Sitorus merupakan sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut. Selain itu KPK juga menetapkan mantan Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono sebagai tersangka. Puji juga merupakan tersangka baru dalam kasus ini.

Penetapan para tersangka setelah pihak KPK menemukan bukti permulaan yang cukup, melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan sejak pril 2020 lalu dan kini menetapkan tersangka, sebut Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar kepada wartawan., Selasa (10/11/2020).

Buyung Sitorus dijerat melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Puji disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 KUHP.

Dikutip dari Detiknews.com disebutkan, nama Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah Sitorus disebut dalam dakwaan Yaya Purnomo. Dalam dakwaan itu, Kharuddin disebut memberikan gratifikasi senilai Rp400 juta dan SGD 290 ribu kepada Yaya Purnomo terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Labuhanbatu Utara 2018.

Yaya Purnomo, yang merupakan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), divonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 1 bulan kurungan.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menjelaskan, pada 10 April 2017 Pemkab Labuhanbatu Utara mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk tahun anggaran 2018 melalui program e-Planning. Total permohonan DAK sebesar Rp 504.734.540.000.

Kemudian Kharuddin menugaskan Agusman Sinaga selaku Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Pemkab Labuhanbatu Utara untuk menemui Yaya Purnomo dan Rifa Surya di Jakarta. Agusman ditugaskan membahas potensi anggaran pada Kabupaten Labuhanbatu Utara dan meminta bantuan untuk pengurusannya. Inc-02