Diisukan “Anak Angkat Kolonel”, Doly Calon Kuat Ketua FKPPI Asahan

Foto : Bakal Calon ( Bacalon) Ketua FKPPI Kabupaten Asahan Doly Dien Nurul Amin Simbolon

Asahan-Intainew.com : Siang itu terik matahari terasa membakar kulit. Menjelang Salat Zuhur tampak seorang lelaki berjalan cepat menaiki anak tangga Masjid Alhuda. Usai berwudhu, lelaki bertubuh tinggi tegap itu langsung masuk ke dalam masjid dan menunaikan Salat Sunnah.

Dia adalah Dolly Dien Nurul Amin Simbolon yang merupakan calon kuat ketua FKPPI Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Saat ini dirinya digadang-gadang akan menjadi nakhoda di organisasi anak-anak Purnawirawan TNI dan Polri itu.

Meski ia terlahir sebagai anak perwira yang identik dengan gaya hidup hedonis. Namun, tidak untuk dirinya.Walaupun orangtuanya punya banyak uang saat menjadi pejabat di zamannya, dirinya tak pernah memperlihatkan kesombongan dan keangkuhan dimasa itu.

Kesederhanaan sudah melekat pada dirinya, sopan dan ramah dengan sesama menambah simpati setiap orang.  Saking ramahnya, siapapun yang berpapasan dengannya akan dibalas dengan senyuman. Kalau soal keberanian mungkin tak perlu diragukan. Tegas dalam bertindak dan bijak dalam bernegosiasi, ujar Alumni SMP N 1 Kisaran, Zulham Nainggolan SH, Minggu (11/7) di Kisaran.

Lebih lanjut Alumni SMPN 1 Kisaran tamatan tahun 94 itu mengatakan, bahwa ketika di era tahun 90-an, orangtuanya pernah menjabat sebagai pimpinan Kasospol. Saat itu nyaris tak ada yang tidak mengenal sosok kepemimpinan Kolonel Aminuddin Simbolon yang piawai. Almarhum orangtuanya juga sempat menjadi Ketua DPRD Asahan.

Biasanya anak pejabat tampil glamor bak sosialita. Namun, tak semua anak pejabat selalu bergelimang kemewahan.
Seorang lelaki sederhana dan mandiri, jauh dari dugaan hedonis, itulah sekilas gambaran seorang Dolly Simbolon. Suami dari Ayu ini sejak usia dini senang bergaul di jalanan bahkan sangat peduli terhadap kaum minoritas dan mayoritas

Sifatnya yang senang memberi dan membantu kawan yang memerlukan pertolongan tak berubah hingga kini. Dipastikan saat itu, Mak Doly sebutan akrabnya selalu menjadi harapan kawan-kawannya.

Meskipun begitu, dirinya tak pernah memberitahu kalau dirinya anak seorang perwira dan pejabat tinggi saat itu. Senang bergaul dari satu tongkrongan ke tongkrongan lainnya memang sudah jiwanya. Pasalnya, dia juga menjadi donatur kawan-kawan mainnya saat itu. Senyum ramahnya selalu mengembang setiap jumpa orang, siapapun itu. Tak ada kesan anak pejabat sedikitpun dalam sikapnya. Profesi jurnalis yang digelutinya saat ini seakan membuka matanya.

Matanya mulai terbuka setelah melihat peluang yang ada. Yah, peluang untuk menjadi nakhoda di organisasi kepemudaan di Asahan yang saat ini terkesan jaya. Didukung dengan darah perwira yang mengalir, dirinya akhirnya tertarik. Awalnya, dia tak pernah berpikir untuk menjadi ketua di organisasi anak kolong itu. Darah TNI yang mengalir di tubuhnya seakan menggelora untuk berkecimpung di dalamnya. Meskipun begitu, dirinya hanya ingin sebatas ketua rayon, kata Zulham.

Ditempat terpisah, Doly Dien yang merupakan alumni SMP N1 Kisaran lulusan tahun 94 itu adrenalinnya bergejolak setelah sempat mendengar isu, bahwa dirinya dianggap sebagai “anak angkat”. Secara pribadi darahnya tertantang ketika mendengar isu tersebut. Entah siapa yang melontarkan isu kalau dirinya bukan anak Kolonel Aminuddin Simbolon. Tapi hanya anak angkat dan bukan anak seorang TNI, cetus Doly.

Tanpa sadar isu ‘anak angkat’ yang berhembus bagai angin itu akhirnya menyebar. Itu yang menjadi pemantik api kebangkitan. Para senioritas dan sesepuh dari organisasi tertua itu merasa terpanggil untuk angkat bicara. Mereka merasa ada yang janggal dengan isu itu dan perlu diselesaikan, cetus Doly saat bincang-bincang pada awak media, Minggu (11/7) di kediamannya.

Bersama bergulirnya waktu mulai dilakukan rapat kecil beberapa pengurus. Bahkan, beberapa senioritas terkesan berang dengan isu anak angkat itu. Mereka menilai itu merupakan cara-cara kotor untuk membunuh karakter seseorang. Akhirnya, tak lama berselang beberapa pengurus dan para senioritas berkeinginan ada perubahan, kata Doly.

Dalam waktu dekat akan dilakukan pegantian nakhoda di organisasi tersebut. Beberapa pengurus dan senioritas menjatuhkan pilihan kepadanya. Mereka menilai bahwa saya layak memimpin organisasi tersebut bahkan akan mengibarkan panji organisasi lebih mentereng dari para pendahulunya, katanya. Inc-ZN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *