Diduga Kapus Meukek Palsukan Tandatangan Staf Saat PPJK Non-Kapitasi Tahun 2019

Salah satu bukti tanda tàngan yang diduga dipalsukan oleh Kapus Meukek drg. Dede Rinaya.foto/ist

Aceh Selatan-IntaiNew.com : Aceh Selatan-Kepala Puskesmas Meukek, drg. Dede Rinaya diduga memalsukan tanda tangan beberapa staf Puskesmas Meukek saat Pengusulan Pencairan Jasa Kesehatan (PPJK) non kapitasi dari bulan Januari sampai Juni tahun 2019.

Salah seorang mantan staf Puskesmas Meukek, M. Nasir saat dikomfirmasi awak media, Selasa (22/9/2020) mengatakan,Pihaknya tidak pernah menandatangani usulan atau amprahan jasa Kesehatan non kapitasi dari bulan Januari sampai Juni tahun 2019 itu.

“Kita tidak ada diberitahukan usulan pencairan jasa non kapitasi tersebut tiba -tiba sudah ada tanda tangan saya disitu padahal kita tidak pernah menandatanganinya, itu jelas – jelas ada yang meniru tandatangan saya, siapa orangnya kita tidak tahu,”katanya.

Lebih lanjut,Nasir mengakui ada menerima uang tersebut sebesar Rp.12.200.000 Dua Belas Juta Dua Ratus Ribu Rupiah saat penerimaan uang tersebut, ada saya tanda tangani. Tapi anehnya, seharusnya pihaknya menerima jasa kesehatan non kapitasi tersebut bersihnya Rp 12.77800 Dua Belas Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Rupiah dan itu sudah dipotong PPH tapi ini malah dipotong lagi sebesar 4 persen dan pemotongan itu kita tidak tahu untuk apa.

“Ada diberitahu pemotongan tersebut sebesar 4 persen itu pun diberitahu lewat staf pegawai lain tapi kegunaanya tidak dikasih tahu untuk apa. Seharusnya, selaku Kepala Puskesmas pihaknya yang memberitahukan untuk apa kegunaan dipotong 4 persen itu,”ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan mantan pegawai Puskesmas Meukek, Ema Yurnalis mengatakan,tanda tangannya juga dipalsukan sedangkan pihaknya tidak pernah menanda tanganinya dan uang jasa Kesehatan non kapitasi diterima dirumah karna ada staf lain yang mengantarkan ke rumahnya.

“Uang jasa Kesehatan non kapitasi kita terima sebesar Rp 6.000.000 Enam Juta Rupiah seharusnya bersih diterima sebesar Rp 6.529 Enam Juta Lima Ratus Ribu Dua Puluh Sembilan Ribu Rupiah dikarenakan sudah di potong 4 persen. Pemotongan 4 persen tersebut kita tidak tahu untuk apa saat ditanyakan Ke Kepala Puskesmas terkait pemotongan tersebut tidak menjelaskan kegunaannya,”ucapnya.

“Ditambah lagi Kapus Meukek tidak memberikan hak jasanya selama dua bulan terhitung dari bulan Januari sampai Februari tahun 2020. Sehingga Kapus Meukek tersebut sempat memindahkannya ke Puskesmas Tapaktuan dan anehnya ada juga yang di potong sampai Rp 3 juta jasa non kapitasi tersebut,” ungkapnya.

Sementara,Kepala Puskesmas Meukek, drg. Dede Rinaya saat dikonfirmasi Wartawan lewat telpon mengatakan, Tidak memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

“Terkait hal itu, saya tidak ada tanggapan,” ucapnya singkat. Inc.Yun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *