BLT di Nagori Sah Kuda Bayu, Diprioritaskan Lansia

Foto : Pangulu Nagori Sah Kuda Bayu, Suyatno saat memberikan BLT Dana Desa secara simbolis kepada salah seorang KPM (Keluarga Penerima Menfaat). Inc.doc

Simalungun-Intainew.com :

REALISASI PROGRAM Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Nagori Sah Kuda Bayu Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, Selasa (10/08/2021) diprioritaskan kepada Lansia.

Pembagian Bantuan Langsung Tunai Termen I, II dan III untuk tahap pertama alokasi Bulan Januari, Pebruari dan Maret 2021 dari dana Desa sejumlah 60 KK Lansia.

” Kita ambil data lansia dari penerima zakat bagi ummat Islam dan data penerima bantuan dari Gereja bagi ummat Nasrani,” ungkap Pangulu Nagori Sah Kuda Bayu, Suyatno.

Penyaluran bantuan kepada Keluarga Penerima Menfaat (KPM) di berikan secara simbolis dilakukan Panggulu Nagori Sah Kuda Bayu, Suyatno, di saksikan Sekretaris Desa, perangkat Desa dan yang mewakili Camat Gunung Malela.

Jumlah uang yang di terimah para Lansia, terhitung Bulan Januari, Pebruari dan Maret sejumlah Rp. 900.000,- (sembilan ratus ribu rupiah).

Dalam acara penyerahan Bantuan Langsung Tunai tersebut, Suyatno meminta kepada keluarga penerima menfaat,uang yang diterimah dipergunakan sebaik baiknya,” Semoga dengan adanya bantuan ini, dapat meringankan warga penerima di masa Pandemi,” ujar Suyatno.

Suyatno juga mengatakan, bantuan yang diberikan betul betul orang yang tidak mampu, jika kita lihat ada yang muda muda hadir, itu yang mewakili orang tuanya yang sudah tidak bisa hadir. di kerenakan tidak bisa datang kondisi kurang sehat.

” Bapak lihat ada yang muda muda mengambil, itu mewakil orang tuanya, boleh bapak tanyak lansung kepada yang bersangkutan, lagi ada disini,” ucap Suyatno.

Salain itu, dalam sambutannya, Suyatno juga menyinggung ada oknum oknum menuding dirinya mempergunakan dana desa tidak tepat sasaran.

Tudingan itu, di tepis Suyatno dan menjelasakan, dan desa khusus bantuan Langsung Tunai, tidak bisa diambilnya sendiri, harus di didampingi Bendahara bukan masuk kerekening pribadinya, jumlah yang ditarik sesuai kebutuhan penyaluran kepada penerima menfaat.

“Jadi tudingan itu tak berdasar, dari mana saya bisa memutar mutar dana desa” terangnya.

Selanjutnya Suyatno juga menjelaskan, dana desa yang dipergunakan untuk membangun jalan, sudah ditentukan panglongnya begitu juga harga meterial bangunan sesuai setandart pasar.

“Kalau ada diambil hanya sekedar upah pekerja itupun sesuai pekerja yang ikut bekerja harian” ungkapnya. Inc.Red.01